Masyarakat Standarisasi Indonesia


Notice: Undefined index: hide_archive_titles in /home/mastanor/public_html/wp-content/themes/modern-business/includes/theme-functions.php on line 233

Penulis: admin

Public Training SNI ISO/IEC 17025:2008

Public Training SNI ISO/IEC 17025:2008 – “Persyaratan umum untuk kompetensi laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi”, dilaksanakan pada tanggal 17 – 18 Oktober 2016 diikuti wakil dari PT. Bureau Veritas CPSI (Jakarta), PT. HM Sampoerna, Tbk (Pasuruan), De Guru Consulting (Medan), Fakultas Peternakan – IPB (Bogor).

IMAGE3 IMAGE1 IMAGE2

Untuk mengetahui kemampuan peserta training tentang SNI ISO/IEC 17025 ini, dilakukan Pre Test di awal training dan Post Test pada akhir training, serta beberapa classwork dalam setiap klausul pembahasan.

Training ini di bimbing oleh Sifrianus Tokan, S.Si

(msi)

Continue Reading

Public Training SNI ISO/IEC 17020:2012

Public Training SNI ISO/IEC 17020:2012 – Penilaian kesesuaian – Persyaratan untuk pengoperasian berbagai lembaga inspeksi, dilaksanakan pada tanggal 17 – 18 Oktober 2016 diikuti wakil dari PT. Global Quality Indonesia (Bandung), PT. Eastern Pro Engineering (Bandung), PT. Multi Energytama Nusantara (Surabaya), PT. Spektra Megah Semesta (Jakarta), PT. Sertco Quality (Jakarta), PT. Inspektindo Sinergi Persada (Batam).

IMAGE3 IMAGE4 IMAGE2

Untuk mengetahui kemampuan peserta training tentang SNI ISO/IEC 17020 ini, dilakukan Pre Test di awal training dan Post Test pada akhir training, serta beberapa exercise dalam setiap klausul pembahasan.

Training ini di bimbing oleh Ir. Syahrudin Chaniago, MM

(msi)

Continue Reading

Perkuat Daya Saing Dengan Sertifikasi Person

Dalam menyemarakkan rangkaian kegiatan Bulan Mutu Nasional 2016, Badan Standardisasi Nasional (BSN) bekerjasama dengan LSP Quantum HRM Internasional dan Masyarakat Standardisasi Indonesia (MASTAN) menyelenggarakan “Seminar Penerapan SNI ISO/IEC 17024 Untuk Memperkuat Daya Saing SDM Indonesia di Pasar Global” di Ruang Komisi Utama Gedung 2 BPPT, Jakarta, pada Selasa, 4 Oktober 2016. Seminar ini dibuka oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir.
Dalam Pembukaannya, Nasir mengingatkan bahwa era global membuat kompetisi antar SDM makin ketat. Jika SDM kita tidak menyesuaikan diri dan memiliki sertifikasi sesuai tuntutan global maka dipastikan kita akan kalah bersaing.

“Jangan sampai dalam era kompetitif ini, kita tidak dapat bersaing, karena dalam era globalisasi disanalah kompetitif kita diuji, dan saya berharap kita dapat kompetitif di dunia internasional apalagi dengan perkembangan teknologi saat ini, tidak ada batas dalam dunia internasional, yang menjadi batasan adalah administrasi. Semoga sertifikasi di indonesia dapat menjaga mutu sertifikasi yang dikeluarkan dan menghasilkan sumber daya yang kompeten,” ujar Nasir.

Ka BSN

Hal tersebut diamini oleh Kepala BSN, Bambang Prasetya. Khususnya, Bambang menyoroti masalah maraknya lembaga sertifikasi yang memberikan sertifikat tidak sesuai standar. Oleh karena itu, dibutuhkan lembaga yang mengeluarkan sertifikat dengan dasar SNI ISO/IEC 17024. “Indonesia itu satu diantara dua negara pertama yang mendapat pengakuan internasional di bidang akreditasi terhadap lembaga sertifikasi person SNI ISO/IEC 17024,” jelas Bambang.

Dimoderatori oleh Deputi Penerapan Standar dan Akreditasi BSN, Kukuh S Ahmad, seminar ini menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Kasubid Pengembangan dan Harmonisasi Standar Kompetensi, Kementerian Ketenagakerjaan, Muchtar Azis; Ketua Komisi Lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Sanromo Wijayanto; Ketua Komite Standardisasi Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional, Harry Purwantara; pendiri LSP Quantum HRM Internasional, Pribadijono; Kètua Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI), Deddy Adhyaksa; serta Plt. Kepala Pusat Akreditasi Lembaga Sertifikasi BSN, Donny Purnomo.

Untitled-320

Hadir dalam seminar ini adalah perwakilan dari beberapa kementerian, lembaga pemerintah non kementerian, akademisi, kalangan industri, LSP, serta anggota Mastan. Para peserta terlihat sangat antusias mendengarkan dan memberikan pertanyaan kepada para narasumber. “Jangan pernah lelah mencintai Indonesia”, pesan Kukuh saat seminar. (msi)

Continue Reading

Pemungutan Suara Rancangan SNI Botol dan stoples (jar) kaca

EBALLOT_25-08-2016_Botol_dan_Stoples_Kaca1
RSNI4 8229:2016 – Botol dan stoples (jar) kaca
Release : 25-08-2016 s/d 24-10-2016
Ruang Lingkup : Meliputi acuan, definisi, istilah, syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara uji, syarat lulus uji, cara pengemasan dan syarat penandaaan

Bagi anggota MASTAN yang memiliki keahlian dan berminat memberikan masukan/komentar terhadap RSNI tersebut silahkan menghubungi sekretariat MASTAN

Sumber : www.sisni.bsn.go.id

Continue Reading

Inhouse Training Audit Internal Laboratorium

Bekerja sama dengan PT. Citra Tubindo Tbk Batam, pada tanggal 11-12 Agustus 2016 dilaksanakan Inhouse Training Audit Internal Laboratorium (SNI ISO/IEC 17025:2008) berbasis SNI ISO 19011:2012.

20160812_164335Training dibimbing oleh Bpk Sifrianus Tokan*) yang diikuti oleh 25 karyawan PT. Citra Tubindo Tbk Batam.

Ket : *) anggota MASTAN No. 16-3545

 

(msi)

Continue Reading

Jajak Pendapat RSNI Halal

RSNI3 99001:2016Sistem Manajemen Halal
ICS : 03.120.10 Manajemen mutu dan jaminan mutu
Tanggal : 01-02-2016 s/d 30-03-2016

Ruang Lingkup :
Standar ini berlaku bagi organisasi yang menetapkan bahwa produk yang dihasilkan adalah produk halal. Standar ini berlaku umum untuk semua kategori organisasi antara lain, industri pengolahan (pangan, obat, kosmetika), Rumah Potong Hewan (RPH), proses produksi, katering, restoran, industri jasa (antara lain distributor, warehouse, transporter, perhotelan, retailer), dan barang gunaan. Produk halal dalam standar ini meliputi bahan yang berasal dari bahan baku hewan, tumbuhan, mikroba, maupun bahan yang dihasilkan melalui proses fisika, proses kimia, proses biologi, atau proses rekayasa genetik. Termasuk di dalamnya adalah rangkaian kegiatan (proses) untuk menjamin kehalalan produk yang mencakup penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, penyajian produk dan pelayanan yang berlangsung secara berkelanjutan.

Catatan : Bagi anggota MASTAN yang berminat untuk memberikan tanggapan terhadap RSNI tersebut dapat membuka web SISNI (http://sisni.bsn.go.id) dan memberikan konfirmasi ke sekretariat MASTAN

Continue Reading

Jajak Pendapat RSNI3 8300:2016 Identitas sumur panas bumi

Jajak Pendapat
RSNI3 8300:2016 Identitas sumur panas bumi (ICS 01.040.01)
Ruang lingkup mencakup Istilah dan definisi serta standar data identitas sumur panas bumi

Jajak Pendapat berlangsung dari 22 Feb s/d 22 April 2016

Continue Reading

Jajak Pendapat Rancangan RSNI3 3945:2016 Teh Hijau

Kualitas teh hijau sebenarnya telah dipersyaratkan dalam SNI 01-3945-1995 Teh Hijau. Akan tetapi, untuk menyesuaikan standar dengan peraturan-peraturan baru yang berlaku saat ini khususnya ISO 11287 Green Tea – Definition and basic requirements, dan juga menyesuaikan standar dengan tuntutan konsumen, kondisi perkebunan, industri teh dan situasi perdagangan teh saat ini, maka dirumuskanlah RSNI3 3945:2016. Revisi SNI teh hijau ini dilakukan pada aspek ruang lingkup, acuan normatif, definisi, syarat mutu, pengambilan contoh, cara uji, pengemasan dan penandaan.

Continue Reading

Jajak Pendapat Revisi SNI Sistem Pertanian Organik (RSNI3 6729:2016)

Untuk mendapatkan hasil pertanian organik yang baik, diperlukan sebuah sistem untuk menjalankan proses pertanian. Sistem tersebut telah dirumuskan dalam RSNI3 6729:2016 mengenai Sistem pertanian organik. Standar ini merupakan revisi dari Standar Nasional Indonesia (SNI) 6729:2013, Sistem pertanian organik yang menetapkan persyaratan sistem pertanian organik di lahan pertanian, penanganan, penyimpanan, pengangkutan, pelabelan, pemasaran, sarana produksi, bahan tambahan dan bahan tambahan pangan yang diperbolehkan.

Continue Reading

Standar sedotan minuman

Standardisasi Sedotan Minuman
Berwarna-warni, bermanfaat dan menyenangkan, anak dan orang dewasa menyenangi benda tersebut. Miliaran sedotan minuman yang diproduksi setiap tahun,  penggunaannya di seluruh dunia. Namun demikian, sedotan plastik (polypropylene) tidak pernah menjadi subjek dalam standar dan spesifikasi.

gambar sedotanISO menerbitkan standar baru yaitu, ISO 18188: 2016, Specification of polypropylene drinking straws. Standar tersebut memberikan persyaratan umum untuk dimensi dan sifat kinerja sedotan plastik. Hal ini akan membantu produsen untuk dapat menghasilkan produk secara konsisten dan berkualitas.

Manusia pertama yang menggunakan sedotan adalah orang Sumeria pada milenium ke empat SM, yang mungkin digunakan untuk minum bir. Sedotan terbuat dari emas dan batu mulia jenis lapis lazuli berwarna biru. Sementara itu, sedotan yang lain  terbuat dari kertas atau rumput.

Saat ini, sedotan terbuat dari plastik dan digunakan untuk minum berbagai berbagai jenis minuman. Apakah minuman berupa jus buah dalam karton, koktail di gelas atau milkshake, sedotan memiliki bentuk yang berbeda sesuai tempat dan jenis minuman, yang diatur dalam standar. ISO 18188 mencakup sifat sedotan, seperti: kelurusan, fleksibilitas, dapat diperpanjang, berbentuk sendok ditujukan untuk minuman padat dan lembek, atau dengan ujung yang tajam ditujukan untuk penyisipan melalui wadah yang tertutup dengan lem (film-sealed). Semua bentuk sedotan tersebut spesifikasikan dengan tepat.

Standar ini menetapkan bahwa plastik sebagai bahan baku harus sesuai dengan persyaratan tentang kontak bahan terhadap makanan atau minuman. Sedotan plastik harus menunjukkan ketahanan terhadap suhu panas dan dingin dan membengkok tanpa pecah.

ISO 18188 disusun oleh ISO technical committee ISO/TC 61, Plastics, Subcommittee SC 11, Products, yang sekretariatnya berada di JISC, yang merupakan anggota ISO dari Jepang.

ISO 18188:2016 dapat diperoleh di BSN sebagai anggota ISO.
(Ditulis oleh Sandrine Tranchard pada 3 Februari 2016. Communication and Content Strategies.ISO)

Continue Reading