AD/ART MASTAN

PENGANTAR

Sejak dideklarasikan tujuh tahun yang lalu, para stakeholder standardisasi yang tergabung dalam MASTAN telah berkembang terus dan saat ini mencapai lebih dari 3000 orang. Domisili para anggota yang awalnya hanya seputar Jabodetabek saat ini telah menyebar tidak hanya di pulau Jawa, tetapi juga di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Indonesia bagian timur. Keanggotaan dari unsur cendekia dan regulator masih lebih besar dari unsur industri dan konsumen.

Perkembangan tersebut telah mendorong dilakukannya peninjauan kembali kelembagaan maupun mekanisme organisasi. Rapat Umum Anggota, yang merupakan lembaga tertinggi organisasi, dalam sidang tahun 2008 telah mengamanatkan peninjauan tersebut. Pilihan perubahan adalah atas pertimbangan kepraktisan antara lain sebagai berikut :

  • Prinsip demokrasi langsung diubah menjadi demokrasi perwakilan, yang mencakup perwakilan wilayah maupun perwakilan kelompok minat.
  • Dalam menerapkan prinsip desentralisasi, orientasi lokasi industri dalam pewilayahan diubah menjadi orientasi administrasi pemerintahan.
  • Kecuali ada kasus – kasus luar biasa, lembaga tertinggi organisasi bersidang setiap lima tahun. Sidang tahunan adalah rapat kerja yang berfungsi sebagai lembaga pemberi rekomendasi.
  • Mekanisme organisasi memungkinkan adanya dinamika struktur organisasi, selain mengemban peran dalam pengembangan standar, penerapan standar dan advokasi.

Rapat Umum Anggota tahun 2009 telah memberikan mandat kepada Dewan Pengurus untuk menjabarkan prinsip-prinsip tersebut kedalam pasal–pasal AD/ART, sekaligus menetapkan dan mengimplementasikannya dalam rangkaian kegiatan persidangan lembaga tertinggi organisasi (MUNAS) tahun 2010. Berdasarkan mandat tersebut Dewan Pengurus Pusat telah menerbitkan surat keputusan Nomor: 0521/MSI/Ket/09/2010 tanggal 8 September 2010 tentang AD/ART MASTAN sebagaimana tersaji dalam buku ini.

Semoga upaya perbaikan kelembagaan dalam rangka mengembangkan efektivitas dan efisiensi organisasi ini dapat mempercepat perwujudan misi meningkatkan daya saing dan membangun masyarakat Indonesia yang sadar dan berorientasi standar.

 

Jakarta, September 2010

Dewan Pengurus

Masyarakat Standardisasi Indonesia

 

Drs. Poedji Rahardjo

Ketua

——————————————————————————————————————————————————————————

PENDAHULUAN

Sejak dideklarasikan, MASTAN telah menyelenggarakan Rapat Umum Anggota (RUA) sebanyak 6 (enam) kali, dimana 2 (dua) kali merupakan RUA yang digunakan untuk memilih dan menetapkan Ketua MASTAN Periode 2004 – 2007, dan 2007 – 2010. Penyelenggaraan RUA ini menggunakan landasan organisasi yang dituangkan dalam AD/ART (anggaran dasar dan anggaran rumah tangga) MASTAN tahun 2004.

Berdasarkan pengalaman yang ada, penyelenggaraan RUA MASTAN belum pernah mencapai kuorum, sehingga menggunakan pola alternatif penundaan dua kali sebagaimana diatur dalam AD/ART. Disamping itu bentuk dan susunan organisasi yang diamanatkan AD/ART  semakin kurang akomodatif terhadap perkembangan standardisasi. Organisasi MASTAN yang ada lebih diwarnai untuk mendukung proses pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI). Sedangkan kepentingan penerapan standar belum/tidak banyak diakomodasi oleh organisasi MASTAN. Sifat organisasi lebih bersifat sentralistis, keberadaan KORWIL (koordinator wilayah) MASTAN hanya sebagai kepanjangan tangan kepengurusan MASTAN. Akibatnya peran KORWIL dan anggota MASTAN di daerah kurang dirasakan.

Pengalaman ini mendorong Pengurus MASTAN dan anggota MASTAN untuk mengadakan perbaikan dan penyempurnaan AD/ART yang ada. Keinginan tersebut telah dibahas pada RUA tahun 2008 dan dilanjutkan pada RUA tahun 2009. Hasil kesepakatan RUA 2009, mengamanatkan Dewan Pengurus MASTAN periode 2007 – 2010 untuk menyelesaikan dan menetapkan AD/ART yang baru berdasarkan pokok-pokok keputusan RUA 2009.

AD/ART ini juga telah disosialisasikan ke anggota melalui berbagai cara seperti : via Web MASTAN, tatap muka dengan Pengurus Korwil dan sebagian anggota saat Dewan Pengurus MASTAN mempunyai kegiatan di masing-masing KORWIL. Beberapa perbedaan nyata yang bisa diangkat dari AD/ART baru terhadap AD/ART sebelumnya antara lain adalah :

  1. Desentralisasi yaitu Pemberdayaan KORWIL, POKNAT (Kelompok Minat), dan anggota MASTAN di daerah. Pengurus pusat lebih sebagai pembina dan pengambil kebijakan organisasi.
  2. Periode kepengurusan MASTAN berubah dari 3 tahun menjadi 5 tahun.
  3. Nomenklatur dan mekanisme dalam organisasi dari DP MASTAN menjadi DPN (Dewan Pengurus Nasional), KORWIL menjadi DPW (Dewan Pengurus Wilayah), RUA menjadi MUNAS dan RAKERNAS ditambah MUSWIL dan RAKERWIL, GKM (Gabungan Kelompok Minat) ditiadakan dan langsung memberdayakan POKNAT di masing-masing wilayah.
  4. Lingkup yang ditangani dan diperhatikan MASTAN tidak hanya pengembangan standar, melainkan juga penerapan standar, advokasi dan aspek standar lainnya.
  5. Peserta MUNAS sangat berbeda dengan RUA. MUNAS hanya dihadiri oleh anggota DPN, Wakil DPW, wakil POKNAT (sebagai peserta) ditambah wakil Dewan Penasehat dan anggota tertentu (sebagai peninjau).

Selengkapnya