Masyarakat Standardisasi Indonesia

SNI ISO 50001 - Sistem manajemen energi

Menanggapi ajakan Kepala BSN, Kukuh S. Achmad dalam Webinar “Efisiensi Energi dengan Penerapan SNI ISO 50001 Sistem Manajemen Energi” yang diselenggarakan pada tgl 5 April 2022, maka mari kita simak standar nasional tersebut, serta standar internasiol maupun nasional lainya yang terkait.

Melalui pemahaman kelompok standar internasional maupun nasional untuk sistem manajemen energi, maka bagi penerap standar tersebut dapat menyusun kerangka kerja secara efektif dan efisien dengan mempertimbangkan penerapan kelompok standar sistem manajemen energi. Bagi komite teknis pengembangan SNI dapat mempertimbangkan, ketika melakukan adopsi kelompok standar sistem manajemen yang mana saja, agar kalau diterapkan, tidak memberatkan penerap dalam hal biaya, tetapi tetap menjaga kehandalan sistem manajemen energi.

 

Sistem Manajemen Energi (Energy Management Systems / EnMS)

 

SNI ISO 50001 yang merupakan adopsi identik

kdari ISO 50001: 2018 memberikan suatu kerangka kerja bagi organisasi untuk mengembangkan sistem manajemen energi yang efektif. Seperti standar sistem manajemen lainnya, SNI ISO 50001 mengikuti proses Plan-Do-Check-Act (PDCA) untuk peningkatan yang berkesinambungan.

Persyaratan dalam SNI ISO 50001 akan memampukan organisasi untuk:

  1. Mengembangkan kebijakan dalam hal penggunaan energi yang lebih efisien
  2. Menetapkan tujuan dan sasaran demi pemenuhan kebijakan tersebut
  3. Mengumpulkan data untuk lebih memahami dan membuat keputusan terkait penggunaan energi
  4. Mengukur hasil yang didapat
  5. Meninjau efektivitas kebijakan
  6. Meningkatkan manajemen energi secara berkesinambungan

 

Manfaat penerapan SNI ISO 50001

 

SNI ISO 50001 dapat diterapkan oleh organisasi besar maupun organisasi kecil. Bagi sebagian organisasi, standar ini bermanfaat untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan reputasi. Bagi organisasi lainnya, manfaat dapat berupa pengurangan biaya dan peningkatan daya saing.

Dalam menerapkan SNI ISO 50001, tentu menjadi pertimbangan juga, standar internasional terkait SNI ISO 50001 yang perlu untuk diterapkan juga sebagai kesatuan sistem manajemen energi. Untuk mengetahui standar internasion dan SNI kelompok sistem manajemen yang terkait, di bawah ini disajikan kelompok standar internasional yang termasuk dalam sistem manajemen, dan disertai keterangan standar internasional yang sudah diadopsi menjadi SNI.

 

Standar internasional yang termasuk dalam kelompok ISO 50000:

 

ISO 50001 Energy management systems – Requirements with guidance for use (Sudah diadopsi menjadi SNI ISO 50001:2018 Sistem manajemen energi – Persyaratan dengan pedoman penggunaan (ISO 50001:2018, IDT))

 

ISO 50002 Energy audits – Requirements with guidance for use

Standar ini menjelaskan persyaratan proses untuk melaksanakan audit energi dalam hubungannya dengan kinerja energi.

Standar ini menjelaskan prinsip dari pelaksanaan audit energi, persyaratan untuk proses yang umum selama audit energi, dan hasil yang dapat disampaikan (deliverables) terkait audit energi.

Standar ini tidak menangani persyaratan untuk pemilihan dan penilaian kompetensi dari badan yang memberikan layanan audit energi, dan tidak melingkupi audit dari sistem manajemen energi milik organisasi, karena hal ini adalah lingkup dari ISO 50003.

 

ISO 50003, Energy management systems – Requirements for bodies providing audit and certification of energy management systems

Dokumen ini menjelaskan persyaratan kompetensi, konsistensi, dan ketidakberpihakan dalam audit dan sertifikasi ISO 50001 Energy Management System (EnMS) untuk badan yang melayani audit dan sertifikasi tsb. Guna menjamin efektivitas audit EnMS, standar ini menjelaskan tentang proses audit dan persyaratan kompetensi bagi personel yang terlibat dalam proses sertifikasi EnMS, waktu audit, dan sampling multi-situs.

 

ISO 50004, Energy management systems – Guidance for the implementation, maintenance and improvement of an energy management system

Standar ini memberikan panduan praktis dan contoh untuk menentukan, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan sistem manajemen energi (EnMS) sesuai dengan pendekatan sistematis dari ISO 50001:2018.

Standar ini tidak memberi panduan mengenai cara mengembangkan sistem manajemen terintegrasi.

Walaupun panduan dalam standar ini sesuai dengan persyaratan dalam ISO 50001:2018, panduan tersebut tidak memberikan interpretasi dari persyaratan tersebut.

 

ISO 50006, Energy management systems – Measuring energy performance using energy baselines (EnB) and energy performance indicators (EnPI) – General principles and guidance (Sudah diadopsi menjadi SNI ISO 50006:2014 Sistem manajemen energi – Mengukur kinerja energi dengan menggunakan baseline energi (EnB) dan indikator kinerja energi (EnPI) – Prinsip umum dan pedoman (ISO 50006:2014, IDT))

Standar ini memberikan panduan mengenai cara menentukan, menggunakan, dan memelihara indikator kinerja energi (energy performance indicators/EnPIs) dan dasar energi (energy baseline/EnBs) sebagai bagian dari proses pengukuran kinerja energi.

 

ISO 50007, Energy services – Guidelines for the assessment and improvement of the energy service to users

Standar ini memberikan panduan praktik terbaik kepada penyedia layanan energi agar mereka mampu meningkatkan praktik dan mutu interaksi dengan pemakai secara berkesinambungan.

Berikut adalah kategori yang termasuk dalam lingkup dokumen ini:

  1. definisi dari bahasa yang umum bagi pemangku kepentingan yang berbeda;
  2. definisi dari komponen dan karakteristik kunci dari layanan energi kepada pengguna, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan harapan mereka;
  3. Kriteria penilaian untuk layanan energi bagi pengguna;
  4. pengenalan indikator kinerja;
  5. contoh indikator kinerja;
  6. peningkatan kinerja;
  7. pendidikan atau pelatihan untuk pengguna agar memahami layanan energi yang diberikan oleh penyedia layanan energi.

 

ISO 50009:2021 Energy management systems — Guidance for implementing a common energy management system in multiple organizations.

Standar ini memberikan panduan untuk menetapkan, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan sistem manajemen energi (EnMS) yang umum untuk berbagai organisasi.

Standar ini mengikuti bentuk struktur umum yang digunakan dalam ISO 50001:2018.

 

ISO 50015, Energy management systems – Measurement and verification of energy performance of organizations – General principles and guidance (Telah diadopsi oleh BSN menjadi SNI ISO 50015:2014 Sistem manajemen energi – Perhitungan dan verifikasi kinerja energi organisasi – Prinsip umum dan pedoman (ISO 50015:2014, IDT))

Standar ini menetapkan prinsip dan panduan umum untuk proses pengukuran dan verifikasi (measurement and verification/M&V) kinerja energi dari suatu organisasi atau komponennya. Standar ini bisa digunakan tersendiri, atau bersama dengan standar atau protokol lain dan dapat diterapkan untuk semua bentuk energi.

 

ISO 50021:2019, Energy management and energy savings — General guidelines for selecting energy savings evaluators

Standar ini memberikan panduan untuk memilih evaluator untuk penghematan energi guna menentukan penghematan energi nyata/aktual untuk proyek, organisasi, dan wilayah. Standar ini memberikan prinsip umum dan mengidentifikasi faktor kunci untuk dipertimbangkan. Di samping itu, standar ini juga menjelaskan peran dan tanggung jawab, merekomendasikan kompetensi yang diperlukan, dan memberikan elemen kunci guna menilai pengetahuan dan keterampilan evaluator untuk penghematan energi.

Pada tingkat proyek dan organisasi, standar ini dapat diterapkan untuk evaluator untuk penghematan energi internal dan eksternal.

Memilih evaluator yang menghitung prediksi penghematan energi tidak termasuk dalam lingkup standar ini.

 

ISO/TS 50044:2019 Energy saving projects (EnSPs) — Guidelines for economic and financial evaluation

Standar ini memberikan panduan mengenai cara membandingkan dan memprioritaskan proyek penghematan energi (energy saving projects/EnSPs) sebelum penerapan, dengan menggunakan evaluasi ekonomi dan keuangan. Panduan ini juga memasukkan seperangkat prinsip umum.

Standar ini dapat diterapkan untuk semua EnSPs dan tindak peningkatan kinerja energi (energy performance improvement actions/EPIAs) yang dikembangkan oleh pemangku kepentingan dan organisasi guna meningkatkan kinerja energi, terlepas dari jenis dan ukuran organisasi dan penggunaan serta konsumsi energinya.

Metodologi untuk metode kuantifikasi untuk prediksi penghematan energi, dan pengukuran dan verifikasi (measurement and verification/ M&V) penghematan energi tidak termasuk dalam lingkup standar ini.

Peraturan dan metodologi umum dalam standar ini dapat digunakan secara tersendiri maupun bersamaan dengan standar dan/atau protokol lain.

 

ISO 50045:2019 Technical guidelines for the evaluation of energy savings of thermal power plants

Standar ini memberikan panduan teknis umum untuk mengevaluasi penghematan pembangkit listrik termal (thermal power generating units/TPGUs) sebelum dan/atau sesudah menerepkan tindak peningkatan kinerja energi (energy performance improvement actions/EPIAs). Standar ini mencakup evaluasi, efisiensi komponen satuan/unit, penghitungan indeks, analisis, dan pelaporan.

Dokumen ini dapat diterapkan pada pembangkit listrik tenaga termal yang sudah ada (existing) dimana bahan bakar fosil (mis. batu bara, minyak, gas alam) dibakar untuk menghasilkan listrik saja, atau untuk memasok energi panas dengan tambahan produksi listrik (mis. pembangkit listrik siklus kombinasi).

Hasil yang didapat yang sesuai dengan standar ini dapat digunakan untuk mengevaluasi penghematan energi potensial atau untuk menentukan pemenuhan jaminan kontrak. Namun, hasil tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk perbandingan penghematan energi di antara TPGU.

 

ISO 50046:2019 General methods for predicting energy savings

Standar ini menjelaskan metode umum untuk penghitungan prediksi penghematan energi (predicted energy savings/PrES), dengan menggunakan metode penghitungan berbasis ukuran, yang juga dikenal sebagai bottom-up atau metode berbasis tindak peningkatan kinerja energi (energy performance improvement actions/EPIAs) (lihat ISO 17742). metode berbasis indikator (lihat ISO 17742) dan metode berbasis total konsumsi (lihat ISO 50047) tidak termasuk dalam lingkup standar ini.

Standar ini memberikan prinsip umum untuk mengkategorikan dan memilih metode, dengan mempertimbangkan konteks, akurasi yang ditargetkan, dan sumberdaya yang tersedia untuk menghitung PrES. Standar ini juga memberikan panduan terkait kondisi untuk menjamin mutu dari PrES, dokumentasi, serta validasinya.

Standar ini dapat diterapkan untuk penghitungan PrES untuk seluruh:

  • jenis EPIA;
  • sektor penggunaan akhir (end-use);
  • penggunaan akhir energi;
  • tingkat pengumpulan (aggregation) penghematan energi;
  • pemangku kepentingan.

Standar ini mempertimbangkan PrES dari:

  • suatu EPIA; dan/atau
  • Suatu rencana tindakan, program, atau kebijakan (penghematan energi agregat/aggregated energy savings).

Standar ini menjelaskan cara menghitung PrES selama suatu periode prediksi. Standar ini dapat digunakan untuk menghitung PrES dalam arti energi primer atau energi akhir (atau tersampaikan) (sebagaimana dijelaskan dalam ISO 50047 dan ISO/IEC 13273-1).

 

ISO 50047, Energy savings Determination of energy savings in organizations

Standar ini menjelaskan pendekatan untuk penentuan penghematan energi dalam organisasi. Standar ini menangani topik berikut dalam konteks penghematan energi:

  1. menetapkan tujuan dari penentuan penghematan energi;
  2. menetapkan batasan;
  3. akuntansi energi, termasuk diantaranya energy primer dan energi tersampaikan (delivered) dan penggunaan satuan energi umum;
  4. memilih pendekatan untuk penentuan penghematan energi;
  5. menetapkan dasar (baseline) energi;
  6. normalisasi konsumsi energi;
  7. penetapan penghematan energi;
  8. pelaporan dan hal-hal lainnya.

 

ISO 50049:2020 Calculation methods for energy efficiency and energy consumption variations at country, region and city levels

Standar ini memberikan panduan untuk metode untuk menganalisa perubahan dalam efisiensi energi dan konsumsi energi, dan untuk mengukur perkembangan efisiensi energi untuk negara, wilayah, dan kota. Panduan ini terdiri dari tiga metode penghitungan:

  • evaluasi dari dampak struktur dalam variasi intensitas energi;
  • penghitungan indeks efisiensi energi;
  • analisis dekomposisi dari variasi konsumsi energi.

Standar ini dapat diterapkan untuk memberikan agregat evaluasi statistik untuk suatu negara, wilayah, atau kota. Standar ini tidak berlaku untuk menghitung perubahan dalam konsumsi energi atau efisiensi energi pada tingkat pengguna individu (mis. rumah tangga, organisasi, perusahaan).

 

ISO 17741, General technical rules for measurement, calculation and verification of energy savings of projects

Standar ini menjelaskan peraturan teknis umum untuk pengukuran, penghitungan, dan verifikasi penghematan energi dalam proyek retrofit maupun proyek baru.

 

ISO 17742, Energy efficiency and savings calculation for countries, regions and cities

Standar ini memberikan pendekatan umum untuk penghitungan efisiensi energi dan penghematan energi menggunakan metode berbasis indikator (indicator-based) dan berbasis pengukuran (measure-based) untuk entitas geografis, negara, wilayah, dan kota.

Standar ini mempertimbangkan seluruh sektor pengguna akhir seperti rumah tangga, industri, tersier (jasa, dsb.), pertanian, dan transportasi. Standar ini tidak memasukkan perhitungan efisiensi dan penghematan energi di sektor pasokan seperti pembangkit listrik, penyulingan, dan tambang batu bara. Standar ini tidak digunakan untuk menghitung penghematan energi bagi rumah tangga, organisasi, perusahaan, ataupun pengguna akhir lain yang sifatnya perorangan.

 

ISO 17743, Energy savings – Definition of a methodological framework applicable to calculation and reporting on energy savings

Standar ini menetapkan kerangka kerja metodologis yang berlaku untuk penghitungan dan pelaporan penghematan energi dari tindakan, baik yang sudah ada (existing) maupun yang akan diterapkan dan langkah yang bertujuan untuk menghemat energi.

Standar ini menangani topik berikut dalam konteks penghematan energi:

  1. terminologi;
  2. definisi dari batasan sistem;
  3. prinsip untuk penetapan dasar (baseline);
  4. prinsip untuk statistik metode berbasis indikator;
  5. data yang digunakan;
  6. prinsip untuk pelaporan.

Pengembangan metodologi untuk pengukuran dan verifikasi penghematan energi tidak termasuk dalam lingkup standar ini.

 

ISO/IEC 13273-1, Energy efficiency and renewable energy sources – Common international terminology – Part 1: Energy efficiency

Bagian dari ISO/IEC 13273 ini memuat konsep melintang (transverse) dan definisinya dalam bidang subyek efisiensi energi. Standar horizontal ini khususnya ditujukan untuk digunakan oleh komisi teknis dalam mempersiapkan standar sesuai dengan prinsip yang dijelaskan dalam IEC Guide 108.

 

ISO/IEC 13273-2, Energy efficiency and renewable energy sources – Common international terminology – Part 2: Renewable energy sources

Bagian dari ISO/IEC 13273 ini memuat konsep melintang (transverse) dan definisinya dalam bidang subyek efisiensi energi. Standar horizontal ini khususnya ditujukan untuk digunakan oleh komisi teknis dalam mempersiapkan standar sesuai dengan prinsip yang dijelaskan dalam IEC Guide 108.

 

Daftar standar internasional terkait yang sedang dalam revisi atau pengembangan

 

ISO 50002 Energy audits – Requirements with guidance for use.

Sedang dalam tahap systematic review,  yaitu :

1. ISO/AWI 50002-1 Energy audits — Requirements with guidance for use — Part 1: General requirements  

2. ISO/AWI 50002-2 Energy audits — Requirements with guidance for use — Part 2: Buildings

3. ISO/AWI 50002-3 Energy audits — Requirements with guidance for use — Part 3: Processes

Ketiga dokumen tersebut masih dalam status New project registered in TC/SC work programme.

 

ISO 50006, Energy management systems – Measuring energy performance using energy baselines (EnB) and energy performance indicators (EnPI) – General principles and guidance.  

Sedang dalam tahap akan direvisi. Hasil revisi saat ini berada dalam tahap close of voting untuk ISO/DIS 50006 Energy management systems Evaluating energy performance using energy baselines and energy performance indicators

 

ISO 50007, Energy services – Guidelines for the assessment and improvement of the energy service to users.

Standar berada dalam tahap close of review.

 

ISO/TS 50008:2018 Energy management and energy savings — Building energy data management for energy performance — Guidance for a systemic data exchange approach.

Status ISO/TS ini dalam tahap International standard confirmed.

Standar ini memberikan panduan bagi tim manajemen energi (energy management team/EnMT) dalam suatu organisasi agar dapat menentukan, meminta, dan secara berkala mengakses data dan informasi yang diperlukan guna menerapkan suatu sistem manajemen energi (energy management system/EnMS) yang dirancang untuk meningkatkan kinerja energi di bangunan/gedung.

Standar ini tidak berlaku untuk:

  • Bangunan tempat tinggal atau industri;
  • Bangunan yang berisi proses industri dimana proses industri tersebut tidak bisa dipisahkan dari penggunaan lain.

Namun, banyak dari prinsip di dalam dokumen ini dapat diterapkan pada bangunan jenis ini maupun tipe lainnya.

Sumber yang diacu:

  1. ISO/IEC. (2018). ISO 50001 Energy management systems. Switzerland: Author.
  2. iso.org

(RAP/nus)

admin

View more posts from this author