Masyarakat Standardisasi Indonesia

Standar Manajemen Inovasi

Pengertian inovasi dalam WIKIPEDIA disebutkan sebagai Reka baru atau inovasi (bahasa Inggris: innovation) dapat diartikan sebagai proses dan/atau hasil pengembangan pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).

Suatu output dari proses dapat disebut inovasi jika memiliki ciri sebagai berikut:

1. Baru

Inovasi memiliki ciri atau unsur kebaruan, dalam arti suatu inovasi harus memiliki karakteristik sebagai sebuah karya dan buah pemikiran yang memiliki kadar orisinalitas dan kebaruan.

Inovasi yang baru juga berarti bahwa gagasan tersebut murni belum pernah dipakai oleh siapapun,  yang diadopsi karena dapat digunakan sebagai solusi suatu permasalahan.

2. Terencana

Program inovasi dilakukan melalui perencanaan yang  sesuai dengan kondisi yang diinginkan. Perencanaan program inovasi ini menjadi penting sebab akan berpengaruh terhadap tujuan inovasi terhadap organisasi/perusahaan. Inovasi dilakukan dengan proses dan persiapan yang matang, jelas, dan telah direncanakan dengan sungguh-sungguh, sehingga prosesnya dapat dilakukan sesuai tahapan inovasi pada umumnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

3. Khas

Inovasi memiliki kekhasan/khusus artinya suatu inovasi memiliki ciri yang khas dalam arti ide, program, tatanan, sistem termasuk kemungkinan hasil yang diharapkan.

4. Mempunyai tujuan yang jelas

Program inovasi yang dilakukan memiliki tujuan, harus memiliki arah yang ingin dicapai, termasuk strategi untuk mencapai tujuan tersebut.

(Sumber : https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-inovasi/; dan Munandar)

 

TUJUAN DAN MANFAAT  INOVASI

Tujuan inovasi pada umumnya adalah tujuan untuk memperbaiki berbagai hal atau masalah yang ada dalam organisasi atau perusahaan. Inovasi yang telah tercipta,  secara umum memerlukan eksperimen, pengambilan risiko yang besar, dan kreativitas yang tinggi. Oleh karena itu, dalam  meraih tujuan inovasi akan banyak menemukan ketidakpastian dalam  memperoleh perbaikan yang tepat dan cepat.

Tujuan inovasi secara umum dapat dikatakan sebagai berikut:

1. Menghemat Waktu

Inovasi dalam pengendalian waktu, bertujuan untuk membantu manusia agar dapat menggunakan waktu secara lebih efektif dan efisien. Misal di bidang transportasi, suatu negara dapat menciptakan kereta api cepat dengan melakukan transformasi bahan bakar dari kayu digantikan dengan batubara, dari batubara ada yang digantikan dengan tenaga listrik. Inovasi di sektor teknologi informasi dan komputer sungguh sangat jelas dapat dirasakan oleh pengguna teknologi tersebut. Pekerjaan/kegiatan yang dikerjakan secara manual, dapat digantikan oleh apllikasi perangkat lunak, atau robot. Inovasi dalam pengendalian waktu memiliki dampak yang cukup besar,  penghematan waktu berdampak pada  peningkatan kinerja dan produktifitas serta  nilai ekonomi.

2. Memperbaiki dan Meningkatkan Kualitas Produk atau Layanan Jasa

Kehidupan bisnis akan terus berubah seiring berjalannya waktu. Dalam hal ini, inovasi bertujuan untuk membantu manusia dalam usaha meningkatkan kualitas produk dan layanan jasa agar sesuai dengan kebutuhan zaman. Dengan melakukan eksperimen, uji coba serta penelitian pasar dan pelanggan terhadap  produk dan jasa yang sesuai dengan tuntutan zaman dan pelanggan, akan diperoleh kualitas produk dan jasa yang sesuai. Dampak inovasi ini sangat bernilai dalam memenuhi kebutuhan pasar dan keinginan pelanggan, yang akhirnya akan meningkatkan daya saing organisasi/perusahaan.

3. Penciptaan pasar baru

Inovasi atas hasil sebuah produk atau jasa, dapat memberi kesempatan untuk membuka pasar yang baru. Peluang bagi hal unik dan menarik, yang belum pernah ada sebelumnya tentu sangat terbuka lebar.

4. Mengurangi Risiko

Inovasi juga bertujuan untuk mengurangi risiko di berbagai sektor. Misalnya di sektor pendidikan dengan Program Kampus Merdeka yang diluncurkan pada 2020 lalu oleh Kemendikbud yang diharapkan dapat menjadi penggerak untuk melahirkan inovasi pengurangan risiko berbagai masalah menyangkut masyarakat (Misal: efektivitas daur ulang sampah, pengurangan bahaya tembakau, sanitasi). Selain itu juga, Kerjasama antara dunia pendidikan dan industri melalui program joint research, yang disebut Kedaireka (Kedaulatan Indonesia dalam Reka Cipta), berkolaborasi menghadirkan inovasi untuk menjawab tantangan dunia nyata melalui mitigasi resiko. Sehingga inovasi tidak hanya mengandung unsur kebaruan tapi juga menggerakkan perubahan. (https://kumparan.com/kumparannews/nadiem-dukung-hadirnya-inovasi-berbasis-pengurangan-risiko-lewat-kampus-merdeka-1x6L9TcakeT/4)

Sementara itu, dalam hal pemahaman tentang inovasi ada berbagai  pengertian atau penafsiran tentang inovasi oleh berbagai pakar. Demikian juga ruang lingkup inovasi sangat luas. Oleh karenanya, untuk mengetahui pengertian dan batasan inovasi, dapat kita temukan dalam standar internasional ISO 56000 series, yang terdiri dari:

  • ISO 56000:2020 Innovation management – Fundamentals and vocabulary (Status: Stage 90.92 (to be revised), will be replaced by ISO/AWI 56000:2020 Innovation management – Fundamentals and vocabulary (Status : 10.99 1New project approved)
  • ISO/CD 56001 Innovation management – innovation management system – Requirement (Status : CD study/ballot initiated)
  • ISO 56002, Innovation management – Innovation management system – Guidance
  • ISO 56003, Innovation management – Tools and methods for innovation partnership – Guidance
  • ISO/TR 56004, Innovation management assessment – Guidance (Status 60.60 Standar published)
  • ISO 56005, Innovation management – Tools and methods for intellectual property management – Guidance (under development)
  • ISO 56006, Innovation management – Strategic intelligence management – Guidance (under development)
  • ISO 56007, Innovation management – Idea management (under development)
  • ISO 56008, Innovation management – Tools and methods for innovation operation measurements – Guidance (under development)

Untuk memahami pengertian inovasi, batasan serta pengelolaan/managemen inovasi, maka  ISO 56000:2020 Innovation management – Fundamentals and vocabulary dapat digunakan sebagai acuan.  Dokumen ini memberikan fasilitas bagi para pemakai dan penerap sistem managemen inovasi untuk berkomunikasi dan memahami tentang  istilah, konsep dasar, dan prinsip dari manajemen inovasi. Terjemahan bebas tentang inovasi dan manajemen inovasi dalam bahasa indonesia menurut ISO 56000, inovasi  adalah entitas yang baru atau berubah, untuk  merealisasikan atau mendistribusikan ulang suatu nilai. Sementara itu, istilah Kebaruan (novelty) dan nilai sifatnya relatif terhadap, dan ditentukan oleh, persepsi dari organisasi dan pihak berkepentingan yang relevan.

Inovasi merupakan  sebuah hasil, yang dapat berupa suatu produk, jasa, proses, model, metode, dsb.

Dalam dokumen ISO 56000, disebutkan ada 2 model inovasi, yaitu, pertama

radical innovation (inovasi radikal) atau  breakthrough innovation (inovasi terobosan), merupakan inovasi dengan tingkat perubahan yang tinggi. Perubahan dapat berhubungan dengan entitas atau dampaknya. Inovasi radikal berlawanan  dengan inovasi bertahap (incremental).

Kedua, disruptive innovation  (inovasi disruptif), adalah inovasi yang pada awalnya dilakukan untuk menangani kebutuhan yang kurang mendesak, menggantikan solusi yang sudah biasa diterima (tradisional/established). Inovasi disruptif awalnya merupakan  solusi yang lebih sederhana dengan kinerja yang lebih rendah dan umumnya lebih hemat biaya, hanya membutuhkan sumber daya yang sedikit dan ditawarkan dengan biaya yang lebih rendah. Disrupsi terjadi saat pengguna atau pelanggan dengan rasio yang cukup signifikan mengadopsi inovasi tersebut. Inovasi disruptif dapat menciptakan pasar dan jaringan nilai yang baru dengan cara menangani kebutuhan pelanggan baru dan menyebarkan model bisnis dan realisasi nilai baru.

Bagaimana inovasi dikelola? Mari kita pelajari definisi terkait manajemen inovasi yang bakukan di ISO 56000.

Dalam terjemahan bebas ke dalam bahasa Indonesia, manajemen inovasi adalah kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan suatu    organisasi   dalam melakukan kegiatan inovasi. Manajemen inovasi dapat mencakup penetapan visi , strategi, kebijakan  dan tujuan inovasi , serta penetapan struktur organisasional dan proses inovasi  untuk mencapai tujuan tersebut melalui perencanaan, dukungan, operasi, evaluasi kinerja dan peningkatan

Inovasi juga merupakan suatu sistem  yang didefinisikan sebagai seperangkat elemen yang saling terhubung atau berinteraksi untuk membentuk kerangka  kerja inovasi. Suatu sistem inovasi dapat  berhubungan dengan suatu negara atau bangsa, misal, sistem inovasi nasional, daerah, sektor industry, keseluruhan atau satu bagian dari organisasi , suatu gugus atau jaringan organisasi, komunitas praktisi, atau jaringan nilai atau ekosistem dari beragam pihak berkepentingan. Dengan demikian dapat disebutkan bahwa sistem manajemen inovasi adalah seperangkat elemen yang saling terkait dan berinteraksi, yang bertujuan untuk mewujudkan nilai, serta membangun krangka kerja inovasi yang mencakup strategi, kebijakan dan tujuan  serta proses inovasi untuk mencapai tujuan inovasi tersebut.

Dalam hal manajemen terkait inovasi, telah dipublikasikan standar ISO untuk manajemen inovasi yang mengakomodasi siklus PDCA. Kelompok standar tersebut adalah:

  • ISO 56000:2020 Innovation management – Fundamentals and vocabulary (Status: Stage 90.92 (to be revised), will be replaced by ISO/AWI 56000:2020 Innovation management – Fundamentals and vocabulary (Status : 10.99 1New project approved)
  • ISO/CD 56001 Innovation management – innovation management system – Requirement (Status : CD study/ballot initiated)
  • ISO 56002, Innovation management – Innovation management system – Guidance
  • ISO/TR 56004, Innovation management assessment – Guidance
  • ISO 56008, Innovation management – Tools and methods for innovation operation measurements – Guidance (under development)
ISO 56000:2020 Innovation management – Fundamentals and vocabulary

Ruang lingkup dokumen ISO 56000:2020 mencakup penyediaan kosakata, konsep dasar dan prinsip inovasi, manajemen dan implementasinya secara sistematis.

Dokumen ISO 56000:2020 dapat digunakan oleh:

  1. organisasi yang menerapkan sistem manajemen inovasi atau melakukan inovasi

penilaian manajemen;

  1. organisasi yang perlu meningkatkan kemampuannya untuk mengelola kegiatan inovasi secara efektif;
  2. pengguna, pelanggan, dan pihak berkepentingan terkait lainnya (misalnya pemasok, mitra, pendanaan organisasi, investor, universitas dan otoritas publik) dalam menumbuhkan  kepercayaan dan kemampuan organisasi dalam inovasi;
  3. organisasi dan pihak berkepentingan yang berusaha meningkatkan komunikasi melalui pemahaman kosakata yang digunakan dalam manajemen inovasi;
  4. penyedia pelatihan, penilaian, atau konsultasi untuk manajemen inovasi dan Sistem Menejemen inovasi;

ISO 56000:2020 dimaksudkan untuk membantu pemakai dalam membangun kerangka kerja yang koheren, konsisten, dan umum untuk:

  1. memahami istilah, definisi, konsep, dan prinsip utama dari manajemen inovasi;
  2. mendukung organisasi untuk menetapkan, menerapkan, memelihara, dan secara kontinyu meningkatkan suatu sistem manajemen inovasi dan standar manajemen inovasi lainnya; dan
  3. memfasilitasi komunikasi dan menciptakan kesadaran (akan adanya) kegiatan  inovasi di internal dan lintas organisasi.

ISO 56000:2020 ditujukan untuk dapat diaplikasikan pada:

  1. semua jenis organisasi, terlepas dari jenis, sektor, tingkat kedewasaan, ataupun ukuran;
  2. semua jenis inovasi, mis. produk, jasa, proses, model dan metode, mulai dari yang sifatnya bertahap (incremental) sampai radikal;
  3. semua jenis pendekatan, misal inovasi internal dan terbuka, kegiatan inovasi berbasis pengguna, pasar, teknologi, dan desain.

Status ISO 56000:2020 adalah pada tahap  90.92 (to be revised), nantinya akan digantikan dengan  ISO/AWI 56000:2020 Innovation management – Fundamentals and vocabulary (Status : 10.99 1 New project approved).

 

ISO/CD 56001 Innovation management – innovation management system – Requirement dan ISO 56002, Innovation management – Innovation management system – Guidance

ISO 56001 – innovation management system – Requirement saat ini statusnya masih dalam tahapan CD study/ballot initiated (tahap 30:20). Dokumen ini nantinya akan menjadi  standar untuk “sistem manajemen inovasi”. Seperti halnya standar  sistem manajemen lainya, dokumen ISO 56001 mengikuti  struktur High Level Structure (HLS). ISO telah menetapkan nomenklatur, sintaksis, dan struktur umum untuk semua Standar Sistem Manajemen (SMM). Standar sistem manajemen inovasi mengikuti struktur High Level Structure (HLS)  guna memastikan keselarasan antar  standar sistem manajemen, sehingga akan memudahkan dalam proses integrasi antar SMM.

HLS seperti yang disebutkan dalam  ISO/IEC (Bagian 1), adalah serangkaian kerangka struktur yang dicakup dalam standar sistem manajemen ISO. Struktur yang identik secara konseptual menciptakan prasyarat untuk mengintegrasikan standar dan sekaligus pada saat yang sama menyederhanakan proses implementasi.

Karena status ISO/CD 56001 pada tahapan CD study/ballot initiated, maka waktu normal untuk perumusan standar hingga disetujui oleh ISO adalah tiga tahun dan ISO 56001 baru saja memulai.

ISO 56001 akan berisi persyaratan untuk sistem manajemen inovasi organisasi yang harus dipenuhi dan dipelihara organisasi/perusahaan penerap standar tersebut.

ISO 56002, Innovation management – Innovation management system – Guidance

Kemampuan berinovasi bagi suatu organisasi merupakan faktor penting untuk pertumbuhan berkelanjutan, kelangsungan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan pengembangan masyarakat. Kemampuan inovasi suatu organisasi mencakup kemampuan untuk memahami dan menanggapi perubahan kondisi konteksnya, mengambil peluang baru, dan meningkatkan pengetahuan dan kreativitas SDM dalam organisasi, dan bekerja sama dengan pihak eksternal yang berkepentingan.

Suatu organisasi dapat berinovasi lebih efektif dan efisien jika semua aktivitas yang diperlukan dan elemen lain yang saling terkait atau berinteraksi dikelola sebagai suatu sistem.

Sistem manajemen inovasi memandu organisasi untuk menentukan visi, strategi, kebijakan, dan tujuan inovasinya, dan untuk menetapkan dukungan dan proses yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Penerapan sistem manajemen inovasi yang efektif tergantung pada komitmen manajemen puncak dan kemampuan para pemimpin untuk mempromosikan kemampuan inovasi dan budaya yang mendukung kegiatan inovasi.

Ruang lingkup ISO 56002 memberikan panduan untuk penetapan, penerapan, pemeliharaan, dan peningkatan berkelanjutan dari sistem manajemen inovasi yang dapat digunakan di semua organisasi yang sudah mapan. Ini berlaku untuk:

  1. organisasi yang mencari kesuksesan berkelanjutan dengan mengembangkan dan menunjukkan kemampuan mereka untuk mengelola aktivitas inovasi secara efektif untuk mencapai hasil yang diinginkan;
  2. pengguna, pelanggan, dan pihak berkepentingan lainnya, mencari kepercayaan pada kemampuan inovasi organisasi;
  3. organisasi dan pihak berkepentingan yang berusaha meningkatkan komunikasi melalui pemahaman bersama tentang apa yang dimaksud dengan sistem manajemen inovasi;
  4. penyedia pelatihan, penilaian, atau konsultasi untuk, manajemen inovasi dan sistem manajemen inovasi;
  5. pembuat kebijakan, bertujuan untuk meningkatkan efektivitas program dukungan yang menargetkan kemampuan inovasi dan daya saing organisasi dan pengembangan masyarakat.

Penerapan sistem manajemen inovasi yang efektif dan efisien dapat berdampak pada, atau dipengaruhi oleh, sistem manajemen lain dan ada kemungkinan  memerlukan integrasi di beberapa tingkatan tertentu.

ISO 56002 adalah standar yang pertama kali diterbitkan oleh ISO, sebelum ISO 56001. Sifat ISO 56002 sebagai panduan, berisi praktik yang direkomendasikan untuk manajemen inovasi. Penggunaan ISO  56002 sangat baik untuk persiapan menuju penerapan ISO 56001 untuk masa yang akan datang, ketika ISO 56001 siap dipublikasikan oleh ISO.

Pertimbangan ISO untuk memuplikasikan ISO 56002 terlebih dahulu sebagai standar untuk tingkat panduan karena mempertimbangkan tingkat maturitas sistem manajemen suatu organisasi, sehingga penerapan ISO 56002 tidak akan membebani organisasi.

Standar ISO 56002 terkait dengan standar sebagai berikut:

ISO TR 56004 Innovation management assessment — Guidance, yaitu standar yang memberikan bagi organisasi untuk merencanakan, mengimplementasikan, dan menindaklanjuti penilaian manajemen inovasi

ISO 56003 Innovation management — Tools and methods for innovation partnership — Guidance;

Sesuai dengan manfaat penerapan sistem manajemen inovasi yang antara lain adalah  untuk:

  1. peningkatan kemampuan dalam mengelola ketidakpastian;
  2. peningkatan pertumbuhan, pendapatan, profitabilitas, dan daya saing menuju peningkatan berkelanjutan
  3. pengurangan biaya dan pemborosan, dan peningkatan produktivitas dan efisiensi sumber daya;
  4. peningkatan kepuasan pengguna, pelanggan, warga, dan pihak berkepentingan lainnya;
  5. pelibatan dan pemberdayaan orang dalam organisasi;
  6. peningkatan kemampuan guna menarik mitra, kolaborator, dan pendanaan;
  7. peningkatan reputasi dan penilaian organisasi;

Bagi organisasi yang belum mengadopsi standar sistem manajemen lainnya, dapat mengadopsi ISO TR 56004 sebagai:panduan yang berdiri sendiri dalam organisasi.

ISO TR 56004 akan membantu pengguna memahami manfaat dalam melakukan Penilaian Manajemen Inovasi (Innovasion Management Assesmen, IMA), apa yang harus dinilai, bagaimana melaksanakan IMA, sehingga dapat  memaksimalkan manfaat yang dihasilkan, yang berlaku secara universal seperti:

  1. organisasi yang ingin membangun  kesuksesan berkelanjutan dalam aktivitas inovasi;
  2. organisasi yang melakukan IMA;
  3. pengguna dan pihak berkepentingan lainnya (misalnya pelanggan, pemasok, mitra, organisasi pendanaan, universitas, dan otoritas publik) yang mencari kepercayaan pada kemampuan organisasi untuk mengelola inovasi secara efektif;
  4. pihak berkepentingan yang ingin meningkatkan komunikasi melalui pemahaman   yang sama tentang Manajemen Inovasi (IM), melalui penilaian;
  5. penyedia pelatihan, penilaian, atau saran dalam IM;
  6. pengembang standar terkait;
  7. akademisi yang tertarik dengan penelitian terkait IMA.

Selanjutnya, dokumen ini dimaksudkan untuk dapat diterapkan pada:

  1. semua jenis organisasi, terlepas dari sektor, usia, ukuran, atau negara;
  2. semua pendekatan Managemen Inovasi terlepas dari tingkat kecanggihan, dan kompleksitasnya;
  3. semua modalitas pengelolaan inovasi baik terpusat maupun terdesentralisasi;
  4. semua cara untuk berinovasi, mis. inovasi internal, kolaboratif, terbuka, pengguna, pasar atau teknologi;
  5. semua jenis inovasi seperti produk, layanan, proses, model bisnis, inovasi organisasi dari inkremental hingga radikal.

Disamping ISO TR 56004 , standar ISO 56003 Innovation management — Tools and methods for innovation partnership — Guidance juga dapat digunakan, karena dokumen ini memberikan panduan untuk kemitraan inovasi yang mencakup kerangka kerja kemitraan inovasi, yaitu :

  1. memutuskan apakah akan memasuki kemitraan inovasi,
  2. mengidentifikasi, mengevaluasi dan memilih mitra,
  3. menyelaraskan persepsi nilai dan tantangan kemitraan,
  4. mengelola interaksi mitra.

Panduan dalam dokumen ini relevan untuk semua jenis kemitraan dan kolaborasi dan dimaksudkan untuk dapat diterapkan ke organisasi mana pun, terlepas dari jenis, ukuran, produk/layanan yang disediakan, seperti:

  1. perusahaan rintisan yang berkolaborasi dengan organisasi yang lebih besar;
  2. UKM atau organisasi yang lebih besar;
  3. entitas sektor swasta dengan entitas publik atau akademik;
  4. organisasi publik, akademis atau nirlaba.

Inti dari kemitraan inovasi adalah agar semua pihak saling mendapat manfaat dari bekerja sama dalam konteks peluang inovasi.

Dokumen ini tidak berlaku untuk organisasi yang mencari inovasi melalui merger atau akuisisi.

ISO 56005:2020, Innovation management – Tools and methods for intellectual property management – Guidance

Kekayaan intelektual (Intelectual Propety, IP) mempunyai peran penting dalam  setiap jenis organisasi karena dapat melindungi ide organisasi. IP dapat dimanfaatkan untuk mencapai banyak tujuan bisnis seperti melindungi hasil inovasi, menarik dan mengamankan investasi, meningkatkan keunggulan kompetitif, menempatkan organisasi pada posisi strategis, memungkinkan kolaborasi dan banyak lagi. Manajemen IP yang efisien merupakan  kunci dalam mendukung proses inovasi, dan penting untuk perlindungan dan pertumbuhan organisasi, serta merupakan penggerak  untuk daya saing.

Pengelolaan IP diperlukan untuk manajemen inovasi yang efektif. Dokumen Ini menyediakan sarana untuk organisasi dalam  mendapatkan dan memelihara kemampuan inti yang dinamis dan untuk mengubah hasil inovasinya menjadi aset IP yang berharga.

Dalam membangun manajemen IP, organisasi sebaiknya mempertimbangkan bahwa kerangka kerja manajemen IP, merupakan bagian integral dari strategi bisnis dan inovasi organisasi.

ISO 56005 memberikan panduan dalam menjabarkan hal sebagai berikut:

  1. Pasal 4 IP management Framework, memandu organisasi dalam menetapkan dan memahami konteks organisasi, pengembangan sistem manajemen IP yang sistematik, budaya serta tanggungjawab, kebutuhan SDM dan keuangan serta pertimbangan faktor legal
  2. Pasal 5 IP Strategy, menjelaskan dalam menyusun sasaran strategis IP, pengembangan dan penerapan strategi IP
  3. Pasal 6 IP management in the innovation process, memberikan panduan dalam melaksanakan manajemen IP dalam proses inovasi yang meliputi identifikasi peluang, penciptaan konsep, validasi konsep, pengembangan dan penjabaran solusi

Dalam mengelola inovasi, proses inisiasi dan penggalahgan idea tentu sangat diperlukan. ISO telah memublikasikan standar angkatnya adalah pedoman, yaitu

1. ISO 56006:2021  Innovation management – Tools and methods for strategic inteligence management–Guidance

2. ISO/DIS 56007 Innovation management – Tools and methods for managing opportunities and idea–Guidance

Ke 2 (dua) standar tersebut berupa pedoman dalam melaksanakan inisiasi inovasi. Apa saja ruang lingkup dari ke dua pedoman tersebut, akan dijelaskan pada paragraf berikut.

ISO 56006:2021  Innovation management – Tools and methods for strategic inteligence management–Guidance 

Lingkungan eksternal organisasi atau perusahaan  merupakan lingkungan yang dinamis dan tidak pasti, sehingga  mengharuskan para pemimpin yang berpikiran strategis memanfaatkan pengetahuan untuk menentukan strategi organisasi dan inovasi mereka. Melalui inventarisasi, analisis, dan penggunaan informasi yang efektif, organisasi atau perusahaan dapat merespons dengan baik terhadap perubahan lingkungan dan sekaligus memiliki keunggulan kompetitif

Kegiatan intelijen strategis merupakan kegiatan yang bersifat lintas disiplin dan lintas sektoral. Oleh karena itu, ISO 56006 tidak terbatas hanya pada kegiatan inovasi, tetapi juga berlaku untuk semua kegiatan yang memerlukan pengetahuan untuk proses pengambilan keputusan strategis dan tindakan selanjutnya.

ISO 56006 membantu organisasi dan perusahaan dalam mengoptimalkan respon terhadap perubahan lingkungan agar mendapatkan keunggulan kompetitif. Selain itu, ISO 56006 juga membantu perusahaan dalam mengembangkan strategi di bidang manajemen intelijen strategis untuk mendukung kegiatan dan inisiatif inovasi. Disamping itu, dokumen ini juga membantu organisasi dalam penerapan proses yang efektif untuk menggunakan informasi dengan cara terbaik. Standar ini juga dapat digunakan untuk menginformasikan spesifikasi saat melakukan alih daya dalam melakukan  intelijen strategis.

ISO/DIS 56007 Innovation management – Tools and methods for managing opportunities and idea–Guidance

ISO/DIS 56007 masih dalam tahapan pengembangan dengan status Close of Voting 40.60

Dokumen ini berisi panduan dalam pengelolaan ide inovasi, dari awal penciptaan ide, proses dan aktifitas pengonsepan ide, validasi, uji hingga pemilihan inovasi.

Demikian uraian singkat standar ISO tentang manajemen inovasi. Sumber tulisan adalah www.iso.org

Tulisan  tentang Standar Manajemen Inovasi  ini ditujukan bagi pemangku kepentingan yang memiliki perhatian pada inovasi sebagai pengungkit daya saing nasional untuk produk dan jasa . Tulisan ini berisi informasi tentang standar ISO terkait dengan inovasi dan managemen inovasi  yang dapat digunakan sebagai acuan bagi berbagai pihak, terutama kalangan yang bergerak di  industri baik produk maupun jasa. dalam melakukan kegiatan inovasi. Selain itu, bagi pemerhati standar, dapat digunakan sebagai pertimbangan apakah perlu melakukan adopsi ISO tersebut menjadi SNI, agar dapat digunakan secara luas di Indonesia. (RAP/nus)

Diakses : 21 kali.

admin

View more posts from this author