Masyarakat Standardisasi Indonesia


Notice: Undefined index: hide_archive_titles in /home/mastanor/public_html/wp-content/themes/modern-business/includes/theme-functions.php on line 233

Category: Info Singkat Standardisasi

DPW Mastan Jatim Gelar Workshop SNI ISO 21001:2018

Surabaya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim membuat gebrakan di bidang pendidikan Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan sesuai dengan standar dan menyederhakan aturan standar pendidikan. Standar yang tepat untuk diterapkan di dunia pendidikan Indonesia adalah SNI ISO 21001:2018 Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (Educational Organization Management System – EOMS).
Ketua Umum Masyarakat Standardisasi Indonesia (Mastan) Supandi, menjelaskan bahwa SNI ISO 21001:2018 fokus interaksi antara lembaga pendidikan, pelajar dan pemangku kepentingan lainnya. Organisasi pendidikan akan mendapatkan manfaat berupa pengalaman pendidikan yang memberikan dampak positif, relevan dan selaras dengan visi misi organisasi. “Dengan menerapkan standar ini, dapat meningkatkan pendidikan yang lebih baik” ujar Supandi saat membuka workshop. (Kamis, 6/2/2020)
Arah dari SNI ISO 21001:2018 adalah pada penerapan Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (EOMS) yang efisiensi dalam membangun sistem. Tujuannya untuk meningkatkan kepuasan peserta didik dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui penerapan yang terintegrasi antara stakeholder dengan SNI ISO 21001:2018, akan membantu membangun sektor pendidikan yang kuat dan memberikan pengaruh positif pada pembangunan SDM yang unggul. “Standar ini sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo, SDM unggul fondasi Indonesia Maju” kata Supandi.
Kondisi saat ini masih banyaknya perguruan tinggi atau lembaga pendidikan masih menggunakan SNI ISO 9001:2015. Dengan telah ditetapkannya SNI ISO 21001:2018 oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) maka diharapkan semua lembaga pendidikan dapat menerapkan standar tersebut. Karena standar SNI ISO 21001:2018 sejalan dengan SNI ISO 9001:2015 sehingga tidak perlu khawatir untuk transisi ke standar tersebut.
Perbedaan utama dalam SNI ISO 9001:2015 dengan SNI ISO 21001:2018 yakni tingkat kepuasan. Apabila SNI ISO 9001:2015 bisa diterapkan untuk semua organisasi dan fokus kepala kepuasan pelanggan. Sedangkan SNI ISO 21001:2018 khusus untuk organisasi pendidikan serta fokus kepada kepuasan peserta didik dan pengambil manfaat lainnya.
Workshop Sehari SNI ISO 21001:2018 Standar Sistem Manajemen untuk Lembaga Pendidikan ini dibuka oleh Ketua Umum Mastan DPN Pusat Supandi, dan dihadiri oleh Ketua DPW Mastan Jatim Sofie Kusminarsih, Narasumber Praktisi Pendidikan Dosen Ubaya M. Rosiawan, dan dihadiri sekitar 30 orang peserta yang tersebar di Jawa Timur dan sekitarnya. Diharapkan setelah workshop ini peserta dapat menerapkan SNI ISO 21001:2018 di tempatnya masing-masing. (rmy/klt_sby)

Continue Reading

Sosialisasi Standardisasi Pada IKM

Dalam kegiatan perluasan penerapan standar produk industri manufactur Kabupaten Sampang, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kab. Sampang bekerjasama dengan DPW Jatim mengadakan sosialisasi implementasi penerapan standardisasi pada IKM di Kab. Sampang Madura.

Sosialisasi ini dilaksanakan pada tanggal 9 – 11 Juli 2018 bertempat di Hotel Panglima, Sampang, Madura.

Sofie Kusminarsih selaku Ketua DPW Jatim sekaligus narasumber dalam sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa sosialisasi ini bermanfaat bagi IKM khususnya di Kab. Sampang karena para peserta diberikan pengenalan standardisasi TQM, SNI dan ISO serta implementasi penerapannya pada IKM, juga pelatihan pembuatan manual mutu IKM berbasis SNI ISO 9001:2015.

Continue Reading

Nota Kesepahaman Mastan dengan BAPPEDA Kab. Madiun

Ketua Umum MASTAN, Ir. Supandi, MM pada Selasa, 17 Oktober 2017 berkunjung ke BAPPEDA Kab. Madiun, yang ditemui langsung oleh Kepala BAPPEDA Ir. Edy Bintardjo, MTP.

 

 

 

 

Lawatan Ketua Umum kali ini sekaligus membicarakan tentang program pengembangan kegiatan-kegiatan di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian di wilayah Jawa Timur khususnya Kabupaten Madiun.
Program tersebut sekaligus diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara MASTAN dan BAPPEDA Kab. Madiun.

Telah disetujui oleh kedua belah pihak bahwa lingkup Nota Kesepahaman meliputi :
1. Standardisasi mutu pelayanan kembaga /instansi di lingkup pemerintah kabupaten Madiun
2. Pendampingan dalam penerapan standardisasi Produk, Proses, Sumber Daya Manusia (SDM) pada sektor UKM/IKM/Wisata unggulan Kabupaten Madiun
3. Pendampingan perumusan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) terkait produk UKM/IKM/Wisata unggulan daerah Kabupaten Madiun
4. Pelayanan informasi tentang Standar Nasional Indonesia (SNI) sesuai dengan kebutuhan daerah

Dengan adanya Nota Kesepahaman tersebut diharapkan sektor UKM/IKM/Wisata unggulan Kabupaten Madiun semakin maju dan berkembang dengan pendampingan dalam penerapan standardisasi oleh MASTAN dan kerjasama semua pihak terkait.

(msi)

Continue Reading

Standar sedotan minuman

Standardisasi Sedotan Minuman
Berwarna-warni, bermanfaat dan menyenangkan, anak dan orang dewasa menyenangi benda tersebut. Miliaran sedotan minuman yang diproduksi setiap tahun,  penggunaannya di seluruh dunia. Namun demikian, sedotan plastik (polypropylene) tidak pernah menjadi subjek dalam standar dan spesifikasi.

gambar sedotanISO menerbitkan standar baru yaitu, ISO 18188: 2016, Specification of polypropylene drinking straws. Standar tersebut memberikan persyaratan umum untuk dimensi dan sifat kinerja sedotan plastik. Hal ini akan membantu produsen untuk dapat menghasilkan produk secara konsisten dan berkualitas.

Manusia pertama yang menggunakan sedotan adalah orang Sumeria pada milenium ke empat SM, yang mungkin digunakan untuk minum bir. Sedotan terbuat dari emas dan batu mulia jenis lapis lazuli berwarna biru. Sementara itu, sedotan yang lain  terbuat dari kertas atau rumput.

Saat ini, sedotan terbuat dari plastik dan digunakan untuk minum berbagai berbagai jenis minuman. Apakah minuman berupa jus buah dalam karton, koktail di gelas atau milkshake, sedotan memiliki bentuk yang berbeda sesuai tempat dan jenis minuman, yang diatur dalam standar. ISO 18188 mencakup sifat sedotan, seperti: kelurusan, fleksibilitas, dapat diperpanjang, berbentuk sendok ditujukan untuk minuman padat dan lembek, atau dengan ujung yang tajam ditujukan untuk penyisipan melalui wadah yang tertutup dengan lem (film-sealed). Semua bentuk sedotan tersebut spesifikasikan dengan tepat.

Standar ini menetapkan bahwa plastik sebagai bahan baku harus sesuai dengan persyaratan tentang kontak bahan terhadap makanan atau minuman. Sedotan plastik harus menunjukkan ketahanan terhadap suhu panas dan dingin dan membengkok tanpa pecah.

ISO 18188 disusun oleh ISO technical committee ISO/TC 61, Plastics, Subcommittee SC 11, Products, yang sekretariatnya berada di JISC, yang merupakan anggota ISO dari Jepang.

ISO 18188:2016 dapat diperoleh di BSN sebagai anggota ISO.
(Ditulis oleh Sandrine Tranchard pada 3 Februari 2016. Communication and Content Strategies.ISO)

Continue Reading

ISO 26000 dan Sustainable Development Goals (SDG)

Agenda Pembangunan berkelanjutan pasca 2015 : Hubungan antara Panduan ISO 26000 untuk tanggung jawab sosial dan pembangunan berkelanjutan

Konsep pembangunan berkelanjutan dan tanggung jawab sosial sering digunakan secara bergantian. Pembangunan berkelanjutan mengacu pada tujuan ekonomi, sosial dan lingkungan bagi semua orang, sedangkan tanggung jawab sosial mengacu pada tanggung jawab organisasi untuk masyarakat dan lingkungan. Jadi ketika sebuah
organisasi memutuskan untuk melakukan dan melaksanakan tanggung jawab sosial, secara menyeluruh, tujuannya adalah untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan (Rosenfeld dan Martínez. ISOfocus)

ISO 26000 memberikan pedoman bagaimana bisnis dan organisasi agar dapat beroperasi dalam cara yang bertanggung jawab secara sosial. ISO 26000 menjelaskan apa yang dimaksud dengan tanggung jawab sosial, membantu bisnis dan organisasi menerjemahkan prinsip tanggungjawab sosial ke dalam tindakan efektif dan berbagi praktik pengalaman terbaik antar organisasi di seluruh dunia yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial.
Standar ISO dirancang untuk membantu organisasi berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan dan mendorong organisasi untuk berkegiatan yang melampaui kepatuhan hukum dasar (to go beyond basic legal compliance), serta untuk mempromosikan pemahaman umum di bidang tanggung jawab sosial, melengkapi instrumen dan inisiatif lain yang sudah ada.

Sementara itu, Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 yang memiliki 17 sasaran Sustainable Development Goals (SDGs), untuk mengakhiri kemiskinan, melawan ketidaksetaraan dan ketidakadilan, serta mengatasi perubahan iklim pada tahun 2030. Ke 17 (tujuh belas) sasaran seperti pada gambar di bawah ini :

Sumber : http://www.undp.org/content/undp/en/home/sdgoverview/post-2015-development-agenda.html

Sumber : http://www.undp.org/content/undp/en/home/sdgoverview/post-2015-development-
agenda.html

Bagaimana ISO 26000 memberikan peluang atau sinergi yang nyata dalam pembangunan berkelanjutan?
Dalam pedoman ISO 2600, sebagian besar isu tanggungjawab sosial yang dicakup dalam ISO 26000 juga dicakup dalam pembangunan berkelanjutan, seperti dampak lingkungan dan hak asasi manusia.
Dapat dikatakan bahwa ISO 26000 memiliki lingkup yang lebih luas dibandingkan dengan standar tentang pembangunan berkelanjutan. ISO telah melakukan analisis untuk mengkaji peluang dan sinergi ke dua standar tersebut dengan cara membandingkan target SDGs dan ISO 26000

Salah satu contoh, dalam isu kesertaraan gender, ISO 26000 menyebutkan “Kesetaraan gender dan tanggung jawab sosial”, sementara itu, SDGs hanya mencakup tujuan yang berdiri sendiri pada kesetaraan dan pemberdayaan perempuan dan anak perempuan. Dalam ISO 26000, organisasi harus meninjau keputusan dan kegiatan mereka untuk yang paling komprehensif namun ringkas dan mudah
untuk organisasi yang ingin berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan. ISO 26000 memungkinkan kemitraan antara pemerintah, sektor swasta dan masyarakat sipil. Ini akan menjadi kunci untuk memastikan SDGs terpenuhi dan keberlanjutan planet kita dijamin.

Referensi:
1. ISO Focus No. 114
2. Sustainable Development Goals (SDGs). http://www.undp.org/content/undp/en/home/sdgoverview/post-2015-development-agenda.html

Continue Reading

INFO SINGKAT STANDARDISASI

Februari 2015

INFO SINGKAT STANDARDISASI ini diperuntukkan bagi anggota MASTAN agar dapat mengikuti informasi tentang standardisasi. Informasi yang dicakup dalam INFO SINGKAT STANDARDISASI diperoleh dari publikasi lembaga standardisasi internasional seperti ISO, IEC serta CODEX. Selain itu juga, diambil dari publikasi lembaga standar mancanegara seperti BSI, DIN, ANSI. Atau juga asosiasi seperti ASTM. INFO SINGKAT STANDARDISASI juga menginformasikan kegiatan standardisasi di Indonesia, terutama dalam hal perumusan dan penerapan SNI.

Frekuensi publikasi INFO SINGKAT STANDARDISASI irregular disesuaikan dengan kebutuhan penyampaian informasi standardisasi bagi anggota MASTAN.

INFO SINGKAT STANDARDISASI ini disusun dengan tujuan untuk mendekatkan informasi standardisasi bagi anggota MASTAN, sehingga dengan demikian anggota MASTAN dapat memberikan kontribusi dalam kegiatan standardisasi secara tepat.

BERITA STANDAR LINGKUNGAN

Mengawali tersusunnya INFO SINGKAT STANDARDISASI, informasi yang akan disajikan adalah informasi yang terkait dengan standar manajemen pengelolaan lingkungan. Lembaga sandar internasional ISO, pada tahun 2014 sedang mempersiapkan revisi dri ISO 14001.

ISO telah melakukan survei tentang 14001 yang hasil surveinya digunakan sebagai masukan dalam proses revisi ISO 14001. Dari hasil survei diperoleh tanggapan tentang isu yang memerlukan perhatian, yaitu : 1. Pengendalian dan pengurangan polusi; 2. Strategi untuk efisiensi pemanfataan sumber daya serta pengurangan sampah dan polusi; dan 3. Identifikasi dan evaluasi aspek lingkungan terkait siklus hidup produk dan jasa.

ISO 14001 telah telah sampai pada Final Draft International Standard (FDIS) dengan memperoleh persetujuan 92% pada akhir th 2014.

Versi baru ISO 14001 akan melihat lebih fokus pada:

  1. Pengelolaan lingkungan strategis
  2. kepemimpinan
  3. Melindungi lingkungan
  4. kinerja lingkungan
  5. Pemikiran terhadap siklus kehidupan

ISO 14001 pada tahap FDIS ini berarti bahwa para ahli melakukan revisi standar berdasakan semua masukan yang diterima selama konsultasi publik pada tahap sebelumnya, yaitu (DIS) pada pertemuan yang akan diselenggarakan tanggal 02-07 Februari 2015 di Tokyo. Hasilnya akan menjadi rancangan akhir, yang akan diajukan untuk pemungutan suara. Setelah disetujui, standar akan dipublikasikan. Versi baru ini diharapkan dapat dipubilkasikan pada akhir 2015.

Bagi anggota MASTAN yang menginginkan artikel aslinya dapat membuka website ISO (www.iso.org)

Sekretariat MASTAN
Sekretariat : Gedung 1 BPPT, Lantai 13,
Jl. M. H. Thamrin No.8 Kebon Sirih, Jakarta Pusat 10340
Telp. +62 21 3927422/3927433;
Fax . +62 21 3927527/3927528
Website : https://mastan.or.id, E-mail : mastan@bsn.go.id ; direks.mastan@bsn.go.id

Continue Reading