Masyarakat Standardisasi Indonesia

SNI Bina UMK Sektor Produk Kopi

Kopi merupakan salah satu komoditas hasil perkebunan yang mempunyai peran penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Komoditas ini merupakan komoditas perkebunan ketiga terbesar setelah sawit dan karet dengan persentase kontribusi terhadap PDB perkebunan sebesar 16,15%.  Indonesia juga merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Oleh karenanya, tanggal 11 Maret merupakan hari istimewa bagi pecinta kopi Indonesia. Tanggal itu diperingati sebagai Hari Kopi Nasional. Hari Kopi Nasional ini pertama kalinya diusulkan oleh Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) pada 2018. Dekopi dideklarasikan di Yogyakarta, tepatnya pada 9 Desember 2017. Cita-cita yang diemban Dekopi saat itu adalah memacu perkopian nasional serta mengembalikan dan meningkatkan kejayaan kopi nusantara. Pada momen Hari Kopi Nasional, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membuka Indonesia Premium Coffee Expo & Forum 2022 pada 11 Maret 2022. Gelaran ini dirancang untuk menjadi perluasan informasi peta komoditas kopi Indonesia dan stimulator bagi pertumbuhan ekonomi. Indonesia Premium Coffee Expo & Forum 2022 akan berlangsung hingga November 2022 secara virtual dan dapat diakses melalui www.indonesiapremiumcoffeeexpo.com. Selain secara virtual, forum tersebut juga diselenggarakan melalui platform hibrida pada 24–26 Juni 2022 di Taman Lapangan Banteng Jakarta. (Sumber : indonesia.go.id/kategori/editorial/4481/semerbak-harum-industri-kopi-indonesia?)

Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia, dengan jumlah produksi kopi Indonesia mencapai 774,60 ribu ton pada th 2021. Kondisi tersebut merupakan peluang bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor kopi.  Namun, dalam hal ekspor, Indonesia masih kalah dari Swiss, yang merupakan eksportir kopi terbesar ke-5 didunia. Padahal, Swiss bukanlah negara penghasil kopi. Hal ini disebabkan karena kualitas produk kopi nusantara yang belum memenuhi standar negara tujuan ekspor. Untuk diketahui juga, bahwa di samping produksi kopi, Indonesia bahkan memiliki keunggulan dengan sangat beragamnya jenis kopi. (Sumber: https://money.kompas.com/read/2021/01/28/190949926/indonesia-produsen-kopi-terbesar-ke-4-di-dunia-tetapi-ekspornya-kalah-dari?page=all.)

Mengingat kelemahan kopi nusantara dalam segi standar ekspor, Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertanggung jawab di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian, memiliki peran yang cukup penting dalam meningkatkan daya saing bagi produsen, terutama pada tingkat UMKM melalui pembinaan penerapan dan fasilitasi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Sesuai dengan peranan yang diemban BSN, maka BSN memiliki program pelatihan bagi UMKM dalam kegiatan yang disebut SNI Bina UMK. Proses fasilitasi BSN untuk penerapan SNI bagi UMK dimulai dari tahap persiapan hingga proses sertifikasi. UMK dibekali dengan persyaratan SNI untuk produk UMK sesuai sektor yang diminati, terutama di bidang pangan, serta pengenalan cara berproduksi yang sesuai prinsip K3L.

Dalam pelaksanaan kegiatan SNI Bina UMK, BSN telah melakukan pelatihan bagi UMK, salah satunya adalah Pelatihan SNI Bina UMK untuk  produk kopi bubuk yang dilaksanakan pada tanggal 4 April 2022 secara daring bagi UMKM terdaftar yang bergerak di sektor produksi kopi bubuk. Harapan ke depan setelah pelatihan ini, para UMK dapat menerapkan cara produksi kopi bubuk yang sesuai dengan persyaratan SNI. SNI yang diberikan pada pelatihan tersebut adalah SNI Biji Kopi (SNI 01-2907:2008), SNI Mesin Pembubuk Kopi (SNI 1183:2011), dan SNI Kopi Bubuk (SNI 01-3542:2004).

Tanda SNI Bina UMK diberikan secara gratis bagi pelaku usaha yang mendaftarkan usahanya untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui aplikasi sistem perizinan tunggal (One Single Submission) selama risiko bisnis/produknya masuk kategori rendah. UMK yang tidak mengisi daftar periksa dan tidak menyatakan komitmen untuk memenuhi SNI dilarang mencantumkan Tanda SNI Bina UMK pada barang, jasa, proses, dan/atau sistemnya.

Berbicara masalah SNI kopi, dalam SISPK BSN (http://sispk.bsn.go.id) terdapat 10 SNI terkait kopi, baik untuk produk maupun permesinan untuk kopi.  Ada beberapa SNI yang merupakan adopsi identik dari ISO, yang umumnya terkait dengan uji kadar air atau kafein dalam bubuk kopi.

Daftar SNI terkait kopi yang masih berlaku dan didukung keberadaan dokumen SNI nya  adalah sebagai berikut:

No No SNI Judul IND Judul ENG Komtek ICS
1  SNI 01-4446-1998 Kopi mix Coffee mix 67.140.20
2  SNI 4314:2018 Minuman kopi dalam kemasan 67-04-S1
3  SNI 6685:2009 Kopi susu gula dalam kemasan Coffee sugar milk in sachets 67-04 67.140.20
4  SNI 7708:2011 Kopi gula krimer dalam kemasan Coffee creamer sugar in packaging 67-04 67.140.20
5  SNI 8773:2019 Kopi premiks 67-04-S1
6  SNI 8964:2021 Kopi sangrai dan kopi bubuk 65-10
7  SNI ISO 11294:1994 Kopi bubuk – Penentuan kadar air – Metode dengan penentuan hilang massa pada suhu 103 derajat C (Metode rutin) (ISO 11294:1994, IDT, Eng) Roasted ground coffee – Determination of moisture content – Method by determination of loss in mass at 103 ºC (Routine method) 65-10
8  SNI ISO 20481:2008 Kopi dan produk kopi – Penentuan kadar kafein menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) – Metode referensi (ISO 20481:2008, IDT, Eng) Coffee and coffee products – Determination of the caffeine content using high performance liquid chromatography (HPLC) – Reference method 65-10
9  SNI ISO 20938:2008 Kopi instan – Penentuan kadar air – Metode Karl Fischer (Metode referensi) (ISO 20938:2008, IDT, Eng) Instant coffee – Determination of moisture content – Karl Fischer method 65-10
10  SNI ISO 3726:1983 Kopi instan – Penentuan hilang massa pada suhu 70 derajat C dengan tekanan yang dikurangi (ISO 3726:1983, IDT, Eng) Instant coffee – Determination of loss in mass at 70°C under reduced pressure 65-10
11 SNI 1183:2011 Mesin pembubuk kopi tipe piringan (burr mill) 21-01-S1 65.060.01

Dari daftar SNI tersebut, dapat dicermati bahwa tahun publikasi berkisar tahun 1983 hingga tahun 2021, ada beberapa SNI yang mungkin sebaiknya ditinjau untuk kemutakhirannya sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh BSN. Hal ini penting untuk dilakukan karena kondisi permintaan pasar dan IPTEK tentang kopi kemungkinan sudah berubah. Ke-empat ISO yang diadopsi secara IDT menjadi SNI, sampai saat masih berlaku.

Daftar SNI terkait kopi yang ditampilkan ini dimaksudkan agar produsen kopi, pembina UMKM, pengembang SNI maupun Lembaga penelitian kopi  atau lembaga lain yang mempunyai perhatian terhadap kopi nusantara mendapatkan informasi tentang standar, terutama SNI tentang kopi. Informasi ini diharapkan dapat digunakan oleh pemangku kepentingan tersebut untuk merancang pelatihan yang lebih beragam tentang produk kopi, peningkatan persyaratan kualitas kopi atau penelitian berkelanjutan tentang kopi. (RAP/nus)

admin

View more posts from this author